Grad it’s a GREAT day! But not for me

21th of July is my super BIG DAY!! Kenapa?? karna di tanggal dan hari itu lah saya mendapatkan title of Bachelor’s Degree of Economics. 3,5 taun saya sangatlah bersusah payah dalam mendapatkan gelar itu, terutama di awal tahun ajaran kuliah. Awal-awal tahun ajaran kuliah, saya bisa sangat dipastikan jadi anak yang tertinggal dalam bidang akademik. Kebiasaan di dunia SMA yang (seperti: hangout everyday everytime, ujian gak pernah belajar, tidak mengikuti kelas) masih buat saya belum sadar kalau saya udah mulai duduk di bangku kuliah. Mulai dari ipk turun drastis, dipanggil pihak kampus, nama terpajang jelas di whiteboard akibat menyontek sampai akhirnya saya di wajibkan untuk ikut bimbingan belajar (semacem les yang diadain dari pihak kampus).

Tapi semenjak semua kejadian pait di kampus itu, saya langsung berusaha buat ngejar ketinggalan di bidang akademik itu. Saya gak mau terus-terusan terbodohi seperti itu. Sampai akirnya saya memutuskan untuk ikut skripsi jalur cepat. Walaupun pengorbanan saya banyak banget, tapi saya masih tetap menyesal karna usaha saya belum maksimal saat itu. Banyak yang harus saya korbankan, mulai dari ketinggalan bahkan kehilangan kehidupan sosialisasi (susah diajak kumpul) – percintaan (broke up). But, saya tetap berusaha bodo amat sama semua itu. Saya tetap berusaha dan yakin kalau saya bisa. Yang ada di otak saya adalah….. harus membuat bangga kedua orang tua (khususnya) & keluarga.

Dan finally….. saya sidang skripsi dan langsung lulus dengan nilai yang lumayan. Sangatlah alhamdulillah. Perjuangan saya gak sia-sia ternyata, karna harus mengorbankan banyak hal. Keberuntungan saya gak sampe disitu. Allah ngasih saya keberuntungan lagi, yaitu langsung dapat kerja setelah 2 minggu lulus sidang skripsi. I’m so lucky!. Dan hingga akhirnya datanglah hari dimana saya akan mendapatkan gelar sarjana. Disini saya ngerasa bangga, sedih, terharu, bangetttt. Jujur, saya adalah anak satu-satunya yang akhirnya mendapatkan gelar sarjana.

Oke, back to the topic… Saat wisuda pun tiba, dan 1 hari sebelum hari H, saya mencoba menghubungi teman-teman terdeket buat datang ke acara berbahagia buat gue. Tapi…. mereka gak bisa datang. Yang dekat pada gak bisa datang, tapi yang baru deket malah datang. Lucu sih. Well, it’s okay. Karena disini saya mendapatkan hikmah. Saya bisa lihat mana teman-teman yang bisa dan mau dateng disaat acara spesial saya tersebut. Saya sangatlah menghargai reason from the others yang ingin datang ke wisuda saya, namun ada halangan. Tapi buat yang sengaja gak datang dan there’s no reason for not coming to my graduation day, hmm….. Walaupun gitu saya harus tetap tersenyum di hari berbahagia itu, walaupun sebenernya saya sedih. Saya bahkan sudah mengorbankan hidup dengan mereka (yang tadinya sudah saya anggap mereka teman terdekat), tapi ternyata mereka gak sedikitpun ngasih balesan.

Yeah, bener kata pepatah. “pilihlah teman secara cermat dan smart“. Why?? Karena biar kalian gak di bodohin dan juga gak dimanfaatin sama fake friends. Okay, that’s my a lil’ bit stories. Jika ada yang merasa tersinggung, sorry. Gue hanya bicara akan fakta🙂🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s