Dealing with People at Work

“There is no magic pill but there is a prescription to change behavior in others. It takes time and patience to cure such negative characteristics” – Anonymous

work-2

Bekerja di suatu company membuat kita bertemu dengan banyak orang dengan masing-masing karakteristik, entah orang itu one of your teamwork atau bahkan dia bos kamu. And of course you must dealing with them. Seperti judul diatas, “Dealing with People at Work” itu susah susah gampang bagi saya. Why? karena kamu harus cepat beradaptasi dengan mereka, gak peduli mereka satu divisi atau berbeda divisi, semua dilakuin agar kamu pun bisa tetap produktif di kantor.

happy and success businesspeople

Well, di postingan saya ini berbagi pengalaman saya yang telah berkelana kerja dan mengharuskan untuk segera beradaptasi. Disini saya belajar, bagaimana cara memahami karakter orang (at least di tim saya sendiri). Banyak pelajaran yang saya dapat, like how to handle orang yang telah berumur, orang dengan pekerjaan yang katanya sih semacam pahlawan tanpa tanda jasa bagi mereka, orang yang sensitif bahkan hingga yang menganut sisi profesionalitas sekalipun. However, they’re not the same. Sometimes we must keep an objective eye on the problem, means attack the problem not the person.

boss

Learn how dealing with difficult bosses, juga salah satu poin yang saya mau jelasin disini. Gimanapun juga, mempelajari karakter bos can develop your skill loh! kenapa? karena kita sendiri gak tau how bad or good he/she is sampai kita bisa mengenalnya lebih dekat dan mengambil sisi positifnya dari si bos. Pun, kalau kamu sudah berhasil “menjadi kepercayaannya” gak mudah buat tetap menjaga profesionalitas antara atasan dan bawahan. Buat saya kalau saya menjadi salah satu orang kepercayaannya, gak bangga, karena disitu homework saya bakalan lebih banyak lagi. Means, kamu harus tetap produktif dan tanggung jawab pun bertambah. Yah, hopefully most of your bosses are competent, kind, and even worthy of your trust and still respect ya.

Most importantly, menjaga emotional expressions yang paling susah untuk menghadapi banyaknya karakteristik dari setiap orang di tempat kerja kamu. I don’t even care posisi mereka apa, yang terpenting kuncinya adalah harus sama-sama saling menghargai karena setiap orang PASTI mempunyai sisi unik & positif yang bisa kita ambil and being nice also. Goodluck! see you di postingan saya selanjutnya🙂

 

How To Choose A Good Leader?

“Be with a leader when he is right, stay with him when he is still right. But, leave him when he is wrong.”

Mendapatkan sesosok a good leader di dalam suatu perusahaan tidaklah semudah yang kamu bayangkan. Hal tersebut untung-untungan. Jika kamu beruntung, kamu akan diberikan banyak pelajaran dan kemudahaan dalam bekerja. Namun, menjadi a good leader pun tidak mudah, karena leader berbeda dengan boss. Untuk kamu yang belum tau perbedaannya, dapat langsung dicari di Google dengan keywords “perbedaan boss & leader“, “what’s the different between leader & boss?”, “boss vs leader“, etc.

Boss vs Leader

Berdasarkan pengalaman selama ini bekerja di beberapa tempat, saya menemukkan a good leader hanya di satu tempat – kantor pertama kali saya bekerja. Why? because they can create more leader and of course they will create great team after that. Tidak hanya mem-push kita untuk mencapai target, tetapi mereka pun ikut terjun langsung didalamnya dan mencoba mempelajari dan mendengar masukkan dari timnya – memahami – mencari solusi jalan keluarnya.

happy employee

Apabila kamu sudah mempunyai kriteria leadership tersebut, karyawanpun akan bekerja sepenuh hati untuk bisnis kamu. Tingkat produktivitas meningkat, bisnis pun akan berjalan dengan begitu mudah sesuai yang diharapkan.

Jadi sekarang sudah tau kan bedanya antara boss dan leader?. Saran saya, jika kamu masih bekerja dengan “boss“, kasih masukkan lewat orang-orang andalannya. Kalau sekiranya tidak ampuh, lebih baik cari tempat kerja baru deh guys. Namun, jika kamu sudah bekerja dengan sesosok a good leader, petik pelajaran dari-nya dan jangan membuat atasan kamu kecewa. Well, that’s my opinion loh.. Apapun itu, tetap semangat bekerja ya!🙂

Hidup adalah…. Social Media!

Hidup itu adalah Social Media??. Okay, maybe somebody will ask about that title.

image

Well, in this part i want to explain the meaning of “Hidup adalah Social Media. Kalimat tersebut memang sudah terlintas di otak saya belakangan ini.
Then, when i’m in the meeting, my boss asked me “Coba jelaskan hidup adalah..”. So, tanpa pikir panjang kalimat tersebut terucap.

Mungkin sebagian orang akan bingung mengenai maksud dari kalimat tersebut. Coba Anda bayangkan, di era hi-tech ini hampir semua orang (especially for Indonesian people) menggunakan Social Media. Ada yang gunain untuk sharing some good information, but 98% they used to curhat – cerita masalah pribadi dengan maksud mungkin menyindir orang. But on the other hand, ada pula yang memposting entah itu foto bersama teman, pacar atau bahkan selfie!.

As you can see, i’m pretty sure that orang-orang yang memposting di Social Media rata-rata mereka hide their feeling. Ada yang lagi sedih, tapi posting ex: listening lagu Happy nya Pharrell. Begitupun kebalikannya – dengan maksud menarik perhatian di followers nya.

So i mean, Hidup itu kurang lebih sama dengan Social Media. Kita akan terlihat seperti orang yang lagi happy, kenyataannya? NO. Foto yang kita post terlihat kita yang membuatnya, kenyataannya? Ambil dari google or they’re put too much effect di fotonya. Yea… but that just my opinion. I’m just sharing what i’ve seen before. Cheers!😉

Take me to another space and time!

Everybody in this world must have a big decision in their life.

Yeah, we must take a chance! Even though you don’t know which one is better.

In this case, i have a big decision between make it dreams come true or just sitting, calm down and wish the miracle coming a.s.a.p.

And of course, i don’t like waiting and just sitting down watching the miracle coming to me.

So, i think this is the right time for me to take that challenge in my life! I will have been studying so hard for a few months by the time God gimme the answer about my big decision. I will do anything for this. I don’t care if i must lose someone who take care of me at this time (but actually, i won’t that shit happen come to me).

So, this is the time. For us to make a big decision in our life!! We don’t have to worry. Just stay in the right way and go out make it happen!!!!

Pelabuhan Muda Mudi

“hati yang kosong suatu saat nanti akan ada yang mengisi”.     Kenapa saya menulis kutipan diatas? Karena memang kutipan tersebut nyata di kehidupan kamu pastinya. Tanpa disadari hati juga butuh sandaran, dengan lawan pemilik yang tepat. Lawan pemilik itu lah yang punya ya sesama manusia juga.

Mari kita kesampingkan ego, akan prinsip “we are strong, kita gak butuh orang lain untuk bersandar”. Kata-kata itu sangatlah munafik sebenarnya. Hanya ego saja yang bisa memenangkan kata-kata tersebut.

Memberikan sedikit atau bahkan full of space di hati kita untuk seseorang itu tidaklah gampang. Kita butuh berinteraksi, mengenal lebih dekat, dan yang pada akhirnya kita akan menentukkan….apakah orang tersebut yang pantas diberikan space tersebut di dalam hati kita?.

Ketika kita sudah yakin akan pilihan kita kepada sang pemilik hati yang tepat tersebut, hal itulah yang dinamakan berlabuh / bersandar .

Pelabuhan hati sepasang kekasih itulah yang akan menentukkan akan dibawa ke jalan mana. Ingat! jangan paksa hati untuk memberikan tempat pada lawan yang memang tidak pantas.

 

Well, tulisan diatas hanyalah sebuah kutipan dari yang telah saya pelajari selama ini. Jika memang merasa tidak berkenan, harap dihiraukan. Namun….tolong disimpan sedikit kata-kata tersebut di hati kalian ya..

Don’t give up! Do not ever give up!

First thing about life is….when you trying to get best, we must waiting for the right one.

And how we can waiting for the right one?. Yeah, kita harus terus berusaha dan sabar akan segala hal yang telah dan akan kita lakuin untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan. We don’t have to give up!.
Sometimes, ketika kita sudah berusaha melakukan yang terbaik, kita gagal, dan kita berhenti berharap akan hal yang ingin kita capai. Dan sering kali kita tidak mengambil pelajaran dari sesuatu yang gagal tersebut. Kita tidak sabar, ingin dengan cepat mencapai hal yang kita inginkan. Akankah kamu sadar?? Bahwa sesungguhnya ketika kita gagal, kita dalam tahap di uji ke- mentalitas kita.

Dalam semua hal, entah itu pekerjaan, percintaan, kehidupan.

Disini saya hanya ingin sharing, saya pernah dalam keadaan tersebut, dan walaupun terkadang saya putus asa, namun saya terus mencoba untuk mencapai sesuatu yang saya inginkan tersebut. Hingga pada akhirnya, saya berhasil mencapai nya.

Well, i think, ada kalanya kita merasa dalam posisi down dan putus asa. Namun, saya disini hanya ingin menegaskan….bahwa, kita jangan pernah menyerah jika belum dapat mencapai nya. Lupakan semua ke-putus asaan tersebut, hilangkan rasa minder akan sesuatu hal, teruslah berusaha, walaupun hal itu sangat susah di raihnya.
Do not give up, when we feels we down. You don’t have to worry about anything. Someday, God will give us a better .