Just One Last Time

People comes people go. Yeah, pernyataan itu memang benar. Gak selamanya orang-orang yang kita sayangi itu ada di dekat kita. Karena dunia itu terus berputar dan waktu terus berjalan untuk merubah segalanya, dan kita gak akan bisa mempertahankan semuanya untuk tetap berada di samping kita. Friends, bestfriend, boyfriend-girlfriend, bahkan family sekalipun tidak ada yang kekal sepanjang masa.

Gue pun sudah merasakannya dari yang namanya kehilangan semua hal tersebut diatas, terutama teman dekat. Hal ini sudah terjadi berulang-ulang kali dalam hidup gue, gue harus terpaksa merelakan mereka pergi walaupun sejujurnya gue gak ingin merasakan hal itu. Pada umumnya mereka meninggalkan karna sudah menemukan sesuatu yang baru, kemudian melepaskan sesuatu yang mungkin sebenarnya “berhaga” dari yang sudah lama. Sakit? Memang. Sering kali tanpa disengaja kenangan-kenangan yang telah dilalui barsama itu, muncul secara tiba-tiba di benak pikiran. Kadang gue sering berfikir, sepertinya saya sudah memberikan dan merelakan segalanya, tapi mereka tanpa sadari, menghiraukannya kemudian meninggalkan. Yeah, like a wisdom quotes “The more expect on your bestfriends, the more disappointed you’ll be”. Bahkan kadang, beberapa kali gue lebih memilih kehilangan pacar daripada kehilangan teman dekat. Walaupun teman dekat dan pacar, ialah dua hal yang sangat penting (tentunya setelah keluarga), namun di suatu sisi kadang kita harus memilih siapa orang yang patut kita pilih. Karna pacar itu dapat dicari, sedangkan teman dekat atau sahabat itu susah untuk dicari, jadilah gue memprioritaskan pada teman dekat. Sayangnya mereka yang sudah gue rela berkorban pun, tidak menggubris nya.

Tetapi walau demikian, semua akan kembali seperti semua. Time always changes everything. Kebanyakan gue perhatiin, orang-orang yang sudah pergi itu, lama kemudian akan balik lagi ke yang semula. Mungkin semuanya hanya kondisi bosan saja yang sedang mereka rasakan – ingin mencari lingkungan baru, yang lama kemudian, mereka pun akan kembali seperti dahulu kala.

Well, ini hanya sekedar curahan dari apa yang gue dan beberapa teman alami. Gue hanya ingin sekedar mengingatkan, ingatlah siapa saja orang-orang yang dulu berada di dekat mu sebelum kamu maju, sukses, yang berada disamping kamu ketika sedang sedih-marah, yang sudah mendorong kamu untuk mencapai impian mu. Jangan sampai kamu meninggalkannya, hanya untuk mendapatkan kesenangan sesaat. “Find a best friend who will always be there since once upon a time & will be there until forever after”.

2012 almost done!

Hellooo bertemu lagi dengan tulisan gue. Kali ini gue pengen bahas mengenai tahun 2012 secara flashback yang udah terjadi di kehidupan gue.

Well, gue sangatlah berterimakasih karena di tahun 2012 ini gue udah di kasih banyaaaak banget sesuatu yg wooow dari Sang Pencipta, Allah, yang telah ngasih gue kehidupan yang sangat “hidup“. Kenapa begitu? Karena di tahun 2012 ini gue :
- masih di kasih umur, dan juga kesehatan oleh Allah agar gue masih bisa nikmatin tahun 2012 bersama keluarga dan temen-temen.
- telah di lancarkan sidang skripsi, yang mana ialah 2 minggu berikutnya alhamdulillah sudah bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.
- telah di kasih banyak banget pengalaman dan peluang-peluang yang tentunya menguntungkan bagi gue, biar gue bisa lebih banyak belajar dari pengalaman-pengalaman tersebut.
- udah di kasih temen-temen baru yang telah ngasih banyak banget pelajaran hidup, sweet memories, dan kebaikan-kebaikan lainnya yang telah mereka berikan buat gue dengan tulus & ikhlas.
- telah di berikan secara export, orang yang cukup bisa buat gue tersenyum ketika sedang hilang mood.
- ….udah di kasih banyaaak banget kenangan-kenangan yang gak bakal bisa gue lupain semur hidup, dan juga yang gak bisa gue putar ulang kembali selama-lamanya.

Oke, itulah beberapa hal-hal yang menurut gue sangat berharga yang telah tejadi dari awal tahun 2012 hingga penghujung akhir tahun 2012 ini. Bagaimana dengan kalian?? Well, gue rasa kalian juga punya a lot of sweet memories, a lot of experience, good friends, dan lain sebagainya. Benar tidak? Yaa semoga tahun 2013 dan tahun-tahun selanjutnya membawa lebih banyak hal dan kejadian positif bagi kita semua yaa. Amin. Goodbye 2012! And welcome 2013…..  See yaa guys :)

Stuck in this comfort zone

Comfort Zone. Kalimat yang sometimes bisa membuat kamu terjebak. Terjebak di dalam suatu lingkungan yang membuat kamu ngerasa nyaman, adalah memang hal yang sangat indah dan bahkan bisa membuat hidup mu menjadi lebih “hidup”.  Comfort Zone ini pada umumnya karena telah nemuin teman-teman di satu lingkungan yang berkesinambungan (maksudnya disini yaitu, membuat kamu nyambung ketika sedang melakukan suatu perbincangan, mendapatkan teman yang cocok untuk diajak becanda maupun sharing akan kehidupan masing-masing).

Disini, gue ingin sharing what i’m feeling in this new zone. Gue gak mau nyebutin tepatnya dimana dan siapa-siapa saja orangnya. Di lingkungan yang masih cukup terbilang baru ini gue nemuin berbagai banyak orang dengan masing-masing mempunyai characteristic, tentunya yang berbeda-beda. Walaupun lingkungan ini baru buat gue masukin, namun gue udah ngerasa sangat nyaman….gue ngerasa kayak gue udah bertemen lama dengan mereka semua. Mereka yang sangat caring, mereka yang bisa buat gw ketawa, mereka yang bisa ngehibur gue kalau gue lagi ada masalah dan mereka juga yang selalu ngasih nasihat-nasihat yang sebenarnya bisa membuat gue up ketika gue lagi down. Gue disini pun sudah dekat dengan beberapa temen, yang bahkan gue udah menganggap mereka sahabat, walaupun gue juga gak tau mereka menganggap gue apa. Sebenernya sekalinya gue udah menganggap mereka seperti itu, gue gak bakalan mau kehilangan mereka bahkan kalau perlu gue akan meng-keep all of them supaya gue gak perlu ngerasain lagi gimana rasanya keilangan dan ditinggalin sama orang-orang terdeket dan sebisa gue, gue harus tetep bisa berada dekat dengan mereka. Dan gue mungkin tipe orang yang akan nyeritain tentang kehidupan gue sepenuhnya sama orang itu, walaupun mungkin orang yang sudah kenal gue, menganggap gue tipe extrovert. Padahal kenyataannya nggak seperti itu.

Mungkin ini terkesan sedikit posesif ya… tapi ya daripada mesti keulangan lagi tragedi-tragedi masa lalu, mending gue harus bersikap kayak gitu. Dan mungkin cara itu juga yang siapa tau…..bisa tetep deket. Walaupun gitu, gak nutup kemungkinan kalau suatu saat pasti ada masa dimana orang-orang tersebut sudah bosan dengan gue dan mereka pun menjauh dengan sendirinya (walau sebenernya gue gak mau hal itu kejadian). Mengapa gue bersikap dan berpola pikir kaya gitu?? karena gue lebih memilih keilangan pacar daripada mesti keilangan temen deket, apalagi yang udah gue anggep sahabat. Mungkin ada yang salah sama pola pikir gue disini, tapi gimana pun itu gue bakalan tetep menomer satu-kan “temen deket”. Temen deket atau bahkan sahabat tuh nomer 2 bagi gue, setelah keluarga.

Well, disini, di lingkungan yang baru ini gue berharap mereka yang sudah gue anggap jadi salah satu sahabat gue, gak akan ninggalin gue, walaupun gue dalam kondisi jatuh pun (karena kita semua mungkin sudah tau, kalau hidup itu bagaikan roda yang berputarkadang kita berada di atas dan kadang pula kita berada di bawah) dan yang terpenting adalah walaupun gue udah gak berada di satu lingkungan yang nyaman ini. Gue emang gak tau apa pikiran orang-orang tentang “persahabatan“. Apakah akan menyepelekan atau bahkan berpikiran sama kayak gue. Oke…i’m just sharing what i’m feeling rite now. Jika ada yang ngerasa salah satu tersangka diatas (tersangka, udah kaya apa ajaaa hahahaha) harap dimaklumi ya..karena di dalam hati gue yang paling dalem, gue gak mau keilangan kalian semua. :)

Love – Lost

Sayang. Merupakan suatu kalimat yang mempunyai arti begitu bermakna. Namun di suatu sisi, kalimat tersebut pun bisa berdampak buruk bagi kehidupan Anda. Mempunyai rasa sayang yang begitu mendalam pada seseorang merupakan suatu hal yang tidak dapat diganggu gugat. Rasa sayang sendiri pun tidak mesti untuk kekasih, namun rasa sayang dapat kamu berikan juga kepada keluarga maupun teman terdekat.

Disini gue ingin sedikit sharing tentang rasa sayang terhadap orang-orang terdekat. Pertama, memang rasa sayang gue kasih untuk keluarga inti gue, karna oleh beliau-beliau lah gue bisa ada di dunia ini, bisa survive di kehidupan yang kayak sekarang ini dan cuma mereka lah yang bisa nerima gue apa adanya. Dan mungkin kalian pun akan berpikiran seperti gue. Kedua, rasa sayang gue kasih buat temen-temen terdeket gue selama ini. Entah itu temen semasa kecil sampai temen baru pun saat ini, sejujurnya gue sangatlah sayang terhadap mereka semua. Ketiga, mungkin sama pacar..tapi berhubung saat ini saya belum mempunyai (hmm sedih sih nulisnya, tapiiii ya sudahlah *sigh) pacar jadi kita skip aja kali yaa enaknya. Heheheh
Tapi…sepertinya gue emang orang yang sedikit susah buat nunjukkin rasa sayang gue ke mereka semua. Bukan karna gue gak mau, tapi sepertinya ada sedikit rasa gengsi (gue akuin) buat mengungkapkannya. Namun, kalau orang-orang yang gue sayang tersebut butuh gue, gue PASTI insyallah akan selalu ada buat mereka. Bahkan gue terkadang ngerelain diri sendiri  buat orang-orang yang gue sayangin itu ngerasain seneng, gembira, pokoknya gak sedih lagi deh…. Cuma disuatu sisi gue terkadang takut akan kehilangan mereka semua. Hingga gue pun sempet berpikir “gue gak boleh terlalu deket dengan orang itu” (walaupun sebenernya gue masih pengen deket dengan mereka). Jahat kah pikiran tersebut?? Jawabannya adalah TIDAK. Kenapa? Karna di saat kita sedang dekat-dekatnya dengan seseorang, gak nutup kemungkinan kita bisa ditinggal olehnya. Bisa ditinggal karna orang tersebut punya pengganti diri kita yang baru….atau bahkan…..ditinggal selamanya karna panggilan dari yang “di atas“. Dan gue gak mau harus terus ngerasain rasanya ditinggal orang-orang terdeket. Karna pastilah dibalik itu ada berbagai kenangan-kenangan yang sudah dilalui bersama orang-orang tersebut dan….”memory is a way of holding on to the things you love, the things you are, and the things you never want to lose“.
Gue ngomong begitu, karna udah pernah ngalamin sendiri. Buat pertama kalinya gue keilangan salah satu sahabat smp untuk selamanya karena tabrakan antara mobil nya dengan metro mini. Disitu gue baru dapet kenangan-kenangan baru sama temen terdeket dan tiba-tiba dalam itungan detik, gue harus ngerelain untuk ditinggal selamanya.

Gak hanya karna itu gue bisa berpikiran kayak yang diatas. Berdasarkan pengalaman akan ditinggal orang-orang terdeket (baik itu temen ataupun mantan sendiri pun) karna udah nemuin orang baru pun jadi salah satu alesan dan pelajaran bagi gue. Seperti salah satu quotes yang bilang kayak gini “you don’t know what you have, until it’s gone..but sometimes, you knew what you had and you just didn’t appreciate it“.

Oke…mungkin gue terkesan cuek banget, tapi haruskah gue ngasih sikap posesif terhadap mereka untuk sekedar menyadari jikalau gue sayang terhadap mereka semua?. Yang gue tau selama ini sih if you care too little, you will lose them…but if you care too much, maybe you will get hurt. Jadi apa yang harus dilakuin buat nunjukkin ke mereka semua? kalau sikap perhatian atau rasa sayang yang berlebihan pun bisa ngebuat kita tersakiti dan disakiti.

Well, sampai detik ini gue masih bingung sama yang namanya rasa sayang. Bingung harus bersikap kayak gimana untuk menanggapinya. Mungkin harus bersikap biasa aja kali ya…biar gak tersakiti atau disakiti.

Baiklah namanya juga hidup..jadi kita juga mesti ingat akan things change, people leave, friends hurt. But…di balik semuanya, we must always grow stronger!. Okee sekian deh kisah kasih sayang & berbagi pemikirannya. See yaa di tulisan gue berikutnyaaaa :)

WHY – it’s amazing word!

- kenapa harus dipertemukan, kalau ujung nya harus berpisah?
- kenapa harus ada kata “Hello”, kalau pada akhirnya kita mengucapkan “Goodbye”?
- kenapa kita harus ngerasain terlebih dahulu yang namanya “good times or good memories” with someone (entah itu teman, pacar ataupun keluarga), kalau akhirnya berujung dengan “bad memories”?
- kenapa kita dipertemukan dengan orang-orang yang “luar biasa” hanya di kurun waktu yang singkat?
- kenapa bisa menyebut “gue sahabat lo, gue selalu ada buat lo”, kalau akhirnya cuma jadi temen sesaat?
- kenapa kebanyakan orang dateng di saat sedang kesusahan? sedangkan di saat senang, mereka pergi meninggalkan kita
- kenapa kita pada mulanya merasakan jatuh cinta bahkan timbul rasa sayang, kalau ujung-ujungnya kita pun harus merasakan sakit hati?

Well, pertanyaan-pertanyaan diatas hanyalah sebagian kecil dari pertanyaan orang-orang pada hidup. Kenapa kita harus begini? Kalau pada akhirnya kita harus begitu. Sometimes kalau dipikir, dunia ini gak adil..kenapa kita awalnya harus ngerasain seneng?kalau ujung-ujungnya juga menderita. Gak akan selesai pertanyaan kayak gini kalau mau kita lanjutin. But, seberapa pun banyak pertanyaan mu di dalam hidup ini, kamu harus mengambil semua pertanyaan tersebut dari sisi positif, ambil lah hikmah dari semua kejadian.

Gue pernah baca quotes yang berkata gini “good times become good memories, but….bad times become good lessons”. Seperti yang kita tau, semua hal (baik itu moment-moment berharga, maupun manusia) gak ada yang bisa kekal. Jadi yaa saran gue, gunain waktu kalian yang sangat singkat ini dengan hal-hal positif, pengalaman baru dengan orang-orang baru
(w/ notes: jangan juga kalian ninggalin orang lama yang udah ada di hidup kalian..karena sesungguhnya orang-orang lama tersebut juga yang membuat kalian “ada” di dunia ini).

Okay…that’s just my opinions about what we called “life”. Cause in this life we will get ‘love-loss’. But we must LEARN, the words of “WHY” can be happened.